Pagi-Mu hinggap di gubugku memikul nikmat-Mu yang tak terhingga jumlahnya
Aku bodoh tatkala menghitung nikmat-Mu
sebab sungguh tak mampu mengoperasikan penjumlahan, perkalian, untuk nikmat-Mu yg mengalir kian sekon kian banyak
Tiada sepotong episode yang diskenariokan dalam hidup tanpa tujuan, semua telah tertulis dan diatur oleh-Nya